Jum’at ini hari libur (7 Maret 08) – kebetulan sekali berbarengan dengan adanya Islamic Book Fair di Istora Senayan. Biasanya kami tidak pernah melewatkan kegiatan pameran ini, tapi biasanya Zalfa dan Aisyah jarang kami ajak ikut serta, mengingat begitu banyaknya pengunjung pada pameran itu.
Mi… kita jalan ke Pameran buku yuk.. ajak Abi ke Ummi di Kamis malam, besok kita berangkat agak pagi aja, supaya bisa dapat kunjungan sebelum Jum’at, kita ajak Deni sama Ani aja. Kebetulan Deni, adiknya Abi punya keinginan yang sama, maklumlah .. dia juga perlu cari-cari info tentang buku-buku untuk menyambut kelahiran anak pertamanya yang mungkin akan lahir dalam pertengahan Maret ini.
Pagi itu, kami sudah kondisikan Zalfa dan Aisyah, karena kami ingin jadikan kesempatan pertama kami jalan bareng cari buku. Lagipula, sudah cukup lama kami tidak menambah stock buku anak di rumah- mengingat begitu banyaknya buku-buku yang sudah robek-robek, maklum lah.. anak balita..Kamipun harus menyiapkan kereta dorong buat salah satu anak kami yang capek jalan kaki nantinya.
Kamipun sampai di tempat di waktu yang agak mepet, jam 10.30 – yah sudah lah.. masuk aja ke pameran..
“Bi… kok ramai banget ya… cetus Zalfa. Iya nak.. banyak orang mau cari buku, kan banyak buku murah disini..
Mi… itu ada stand buku anak.. coba lihat-lihat aja ke situ.,Umi, Aisyah dan Zalfa pun sudah asyik selonjoran di counter Syamil Kids, dan langsung ngoprek-ngoprek buku yang menarik perhatiannya. ![]()
Kamipun masih perlu melihat stand lain, karena biasanya disini pasti banyak koleksi.. dan kamipun masuk ke arena pameran lebih dalam.
Secara tak terduga.. ada miss call, ternyata dari salah satu teman kuliah Abi. Ternyata om Hendra… jadi kangen-kangenan deh..
Zalfa dan Aisyahpun ternyata sudah menclok di tempat buku anak yang lain..
Rehat sejenak, Shalat Jum’at ..Dan eksplorasipun kembali dimulai..
Zalfa tampak asyik melihat CD program Bahasa Inggris untuk anak…
Bi.. beli ya… ujar Ummi..ya sudah mi … beli aja..Aisyahpun tampak menikmati kegiatan “eksplorasi buku” menurut caranya sendiri … kadang-kadang sampai naikin tumpukan buku-buku..dugh…
.
Setelah itu.. kamipun beralih ke counter lain.. Mizan…Kami kebetulan cukup akrab dengan penerbit ini, mengingat kami pernah beli pake buku Mizan “Hallo Balita” waktu umur Zalfa sekitar 6 bulanan, kualitasnya bagus.. dan ternyata kami menemukan lebih banyak buku anak disini.. jadi borong lagi deh….
Mi.. ini pilih puzzle buat Aisyah dan Zalfa… perlu tuh, buat latihan.. iya bi… sahut Ummi. .. dan 2 jenis puzzle pun diserahkan di kasir.. ![]()
Abipun dapat referensi buku yang cukup bagus.. Dictionary Al-qur’an 2 bahasa, Inggris, Indonesia.. wah.. lumayan untuk nambah vocab nih.. akhirnya beli juga deh.. untuk menambah referensi di rumah.. itung-itung bisa belajar bahasa arab sederhana de
h.. soalnya kan banyak akar kata dalam Al-Qur’an itu yang berulang, sehingga akan memudahkan untuk dipahami dan dihapalkan..
Kesempatan itupun jadi pengalaman manis buat kedua anak kami.. mudah-mudahan anak kami bisa menjadi bagian orang-orang yang haus Ilmu. Sorot mata kedua anak inipun menyiratkan rasa senangnya di pameran ini…
Sampai di rumah pun… Zalfa tak sabar langsung melihat-lihat buku yang baru saja diborongnya… Kamipun mencoba mengarahkannya untuk mencoba permainan puzzle untuk kedua anak kami.
. ternyata kedua anak ini cukup interest dengan permainannya, apalagi Abinya sendiri… hehehe… maklum .. masa kecilnya kurang bahagia….jadi main bareng-bareng deh…):
Lesson Learned :
Di kegiatan book shopping ini kami mendapatkan banyak informasi tentang preferensi anak. Kami pun jadi bisa berkontemplasi lebih dalam bahwa di usia-usia emas ini, anak-anak akan sangat mudah menyerap informasi, tinggal kita sebagai orang tuanyalah yang akan mengarahkan informasi apa yang “layak” dikonsumsi untuk anak.
Anak menjadi sangat jenius, karena dengan sangat mudah mereka merekam apa yang dia dengar, lihat dan rasakan. Karena itu tak heran, kami terkadang sering mengurut dada, mengapa anak-anak sekarang sepertinya sering dipaksakan menjadi sangat cepat dewasa … mulai dari apa yang dinyanyikan, pakaian yang dikenakan, maupun kata-kata yang diucapkan..dan tak jarang pula ada orang tua yang sepertinya terlihat “happy”
dengan kondisi tersebut… Apakah jangan-jangan kondisi tersebut sebenarnya merupakan bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dengan berbagai macam impact-nya?
Masa anak-anak adalah masa bermain, dan masa itu hanya sekali… lalu kenapa kita dengan tega mencoba merampasnya dari mereka? Bagaimana menurut Anda ??
DIarsipkan di bawah: jalan-jalan, perpustakaan | Ditandai: anak, belanja buku, book shopping