Yuk berdayakan pembantu kita !!!

shalatAktivitas keluarga, kami mulai sejak subuh – kami punya kebiasaan untuk melakukan shalat Shubuh berjamaah di rumah, bersama Ummi, terkadang ditemani dua pasukan cilik yang sudah terbangun, baby sitter dan 2 pembantu rumah kami. Ajang subuhan ini kami gunakan untuk bersama-sama menerapkan dan menyemaikan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga kami. Biasanya setelah subuh, kami teruskan dengan membaca Qur’an dan artinya, ditambah dengan sedikit pembahasan dari Abi. Kami sangat ingin memberikan edukasi nilai-nilai kebaikan dalam keluarga kami, termasuk kepada pembantu-pembantu kami, karena mereka ini partner kami dalam menempuh kehidupan harian di rumah. Soalnya pada saat kami berdua meninggalkan rumah untuk kerja di kantor, ketiga pendamping rumah ini menjadi pendukung utama perkembangan kehidupan 2 pasukan cilik kami. Cukup sering kami amati keluarga yang meninggalkan anak-anaknya di rumah tanpa memberikan bekalan yang cukup bagi para pengasuhnya di rumah, sehingga sering terjadi kasus dimana anak akhirnya kena pengaruh jelek karena pengaruh para pembantunya di rumah.

Menurut kami hal itu wajar saja, mungkin karena para pembantu tidak pernah dibekali pemahaman ataupun penanaman nilai-nilai kebaikan – ya.. maklum aja.. hal ini lebih dikarenakan latar belakang pendidikan, keluarga maupun lingkungan yang menyebabkan mereka tidak punya bekalan baik untuk diri mereka maupun untuk anak-anak yang diasuhnya. Bagi kami, mereka toh manusia juga.. butuh pengajaran, yang membedakan kami dengan mereka Cuma status yang tugasnya membantu kami. Justru kami sebagai orang-orang yang lebih dulu tahu punya kewajiban untuk menyampaikan prinsip-prinsip kebaikan kepada mereka – kami menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga kami. Bukankah telah ada ayat yang mengatakan ““Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu … (At-Tahrim:6)”,

Momen subuhan kami manfaatkan untuk “konsolidasi” atas apa yang telah terjadi dalam kehidupan keseharian kami, aktivitas anak-anak, sekaligus penanaman nilai-nilai ke Islaman, disinipun kami mengenalkan kepada anak-anak kami, maupun para pembantu kami, bahwa Islam itu amat sempurna. Islam mengatur berbagai hal secara komprehensif, sejak dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi. Kami ingin mengenalkan bahwa Al-Qur’an dan Hadits ibarat manual book yang kami gunakan untuk mengarungi hidup yang penuh tantangan ini, ibarat resep dokter yang diberikan kepada pasien yang harus ditebus dan diminum obatnya, perumpamaan Al-Qur’an dan Hadits amat mirip. Kami punya keyakinan bahwa keluarga yang tidak pernah mencoba untuk mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Qur’an dan Hadits tersebut, ibarat pasien yang tidak ingin sembuh dari penyakitnya, ataupun ibarat Mobil Toyota yang diservis dengan menggunakan Manual Book Mobil Daihatsu. Akibatnya bukannya sembuh atau mobilnya bisa beroperasi sempurna, tapi penyakit yang bertambah parah ataupun mesin mobil yang akhirnya makin rusak.

Bagi kami, mengamalkan kebaikan – bisa dimulai dari keluarga, dan bisa dimulai dengan mengajari para pembantu kita dengan nilai-nilai kebaikan.

Bagaimana pendapat Anda?

Tinggalkan Balasan